Lompat ke konten
Tentang

Tentang Buku Suba Institute

Lembaga riset dan advokasi independen yang berkedudukan di Ternate, Maluku Utara, bekerja untuk kebijakan publik yang berbasis bukti dan berkeadilan.

Berawal dari lingkar diskusi kecil di Ternate.
Sejak 2018

Berawal dari lingkar diskusi kecil di Ternate.

Profil

Sejarah singkat

Buku Suba Institute merupakan organisasi atau Lembaga riset, yang berkecimpung dalam beberapa bidang baik itu sosial, budaya, ekonomi dan politik dengan basis prespektif dan penggalian data-data melalui riset, sekaligus melakukan penguatan sumber daya manusia untuk menghidupkan kemandirian masyarakat melalui pendidikan atau pendampingan dalam menjawab berbagai problem yang ada dan untuk memperjuangkan nilai-nilai kemanusian. Buku Suba Institute berada di Maluku Utara, salah satu provinsi di bagian Timur Indonesia yang mempunyai berbagai macam tantangan dan keindahan tersendiri. Dari sisi geografi begitu besar lautnya dengan berhamburan pulau-pulau di atasnya, dan hidup dengan realitas kultur yang begitu beragam menjadi warisan etik yang tertanam sejak lama, begitu juga dengan berbagai historis panjang perjuangan tentang keadilan dan humanisme menjadi spirit untuk peradaban yang berkeadilan.  
09 Januari 2018 menjadi titik berangkat dari ide-ide yang begitu beragam tertumpah dalam sebuah lembaga (Buku Suba Institute) untuk menemukan metode, strategi, taktik dan seterusnya, untuk menjadi jawaban atas berbagai realita yang tidak harus berangkat dari narasi besar (grand narative), tetapi juga harus menjawab kebutuhan konteks (kedaerahan) yang terus tersambung dengan perubahan sosial yang terjadi pada ranah global. Olehnya itu, prespektif, argumen dan teori harus dihidupkan melalui penggalian-penggalian yang dalam melalui riset untuk menjawab semua itu. Data menjadi basis utama dalam melakukan sebuah tindakan untuk menjawab berbagai problem ada. Dan data bisa didapatkan melalui riset yang mendalam. 
   
Dasar pemikiran kehadiran Buku Suba Institute merupakan sebuah tindakan atau gerakan alternatif untuk mendorong tradisi intelektual yang keluar dari pakem pendidikan formal yang hidup hanya dalam ruang yang ”kaku” penuh dengan relasi kuasa yang kuat, sehingga ”mengancam” tradisi intelektual sejatinya. Begitu juga dengan menjawab konteks kedaerahan yang krisis akan budaya riset, sehingga berdampak pada minim literasi, diskursus dan data tentang berbagai data-data seperti sosial, budaya, ekonomi dan politik pada masyarakat yang ada, yang bukan hadir dari sebuah realita ”kulit”, akan tetapi pelacakan genealogi untuk memahami lebih jauh lagi asal-muasal dari semua itu.
Buku Suba Institute medesain kerja profesionalitas, mengumpulkan rekan-rekan intelektual dengan basic intelektual yang beragam, dengan disiplin keilmuannya masing-masing. Membangun jejaring dengan berbagai lembaga baik lokal, nasional dan global untuk menghidupkan kerja-kerja Buku Suba Institute, baik sebagai mitra strategis dan taktis. Begitu juga, membangun kerjasama dengan pihak pemerintah daerah untuk membantu melakukan berbagai pemetaaan kebutuhan dalam menjawab problem kedaerahan, sekaligus menawarkan berbagai konsep dan program yang bisa bersinergi untuk menguatkan nilai-nilai kemanusiaan.  

Visi

Buku Suba Institute memiliki visi menjadi lembaga yang memberikan kontribusi positif dalam pengembangan dan peningkatan sumber daya manusia dengan memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan.

Misi

  • Meningkatkan kapasitas anggota agar menghasilkan ide-ide konstruktif yang berbasis pada riset dalam bentuk karya untuk memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan.
  • Membangun jaringan intelektual yang mencerahkan bangsa.
  • Melakukan pemberdayaan masyarakat (Advokasi) melalui pengembangan sumber daya manusia berbasis hasil riset dengan memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan.
Nilai-Nilai

Prinsip yang memandu kerja kami

Independensi

Kajian dan sikap kami tidak tunduk pada kepentingan politik maupun modal mana pun.

Integritas Ilmiah

Setiap rekomendasi ditopang data, metodologi yang transparan, dan proses telaah sejawat.

Keberpihakan pada Warga

Kami berpihak pada kelompok rentan yang paling terdampak kebijakan dan konflik sumber daya.

Keadilan Ekologis

Pengelolaan sumber daya alam harus adil bagi generasi kini dan mendatang.

Kolaborasi

Perubahan kebijakan lahir dari kerja bersama akademisi, masyarakat sipil, dan pemerintah.

Keterbukaan

Data, publikasi, dan pembelajaran kami dibagikan seluas mungkin untuk publik.

Tim Kami

Orang-orang di balik Buku Suba Institute

Tim lintas disiplin yang terdiri dari peneliti, praktisi advokasi, dan staf pendukung.

Sukarno M. Adam 01

Sukarno M. Adam

Direktur

Pimpinan

Sukarno M. Adam adalah pengajar sosiologi dan filsafat. Concern pada sosiologi politik, sosiologi lingkungan, dan juga kajian budaya dan media. Sukarno merupakan pendiri lembaga Buku Suba Institute. Beliau aktif sebagai penulis, peneliti dan juga melakukan pendampingan (advokasi) masyarakat di daratan Halmahera.
Julfi Malan 02

Julfi Malan

Sekretaris

Pimpinan

Julfi Malan adalah peneliti sekaligus penulis yang aktif terlibat dalam melakukan Peneltian di beberapa Daerah di Maluku Utara diantaranya Kota Tidore Kepulauan, dan Kota Ternate, berkosentrasi pada isu desa dan perubahan sosial. Julfi, aktif menulis tentang pendidikan dan demokrasi. Selain sebagai peneliti dan penulis juga aktif dalam melakukan pendampingan Kelompok Rentan dan Marjinal.
Suhaimi Tegamuni 03

Suhaimi Tegamuni

Bendahara

Pimpinan

Suhaimi Tegamuni adalah akademisi dan dosen yang aktif dalam bidang Pendidikan Bahasa Inggris, penelitian, pengembangan kurikulum, serta pengabdian kepada masyarakat. Saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua III Sekolah Tinggi Teknik Atlas Nusantara (STTAR) Ternate, dengan fokus pada bidang kemahasiswaan dan kerja sama serta pengembangan pembelajaran Bahasa Inggris yang terintegrasi dengan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.
Rinto Tolangara 04

Rinto Tolangara

Pembina

Pimpinan

Rinto Tolangara, berlatar pendidikan ilmu ekonomi. Dan sering melakukan kajian-kajian ekonomi politik. Selain itu, juga melakukan kajian yang berkaitan dengan diskursus pertambangan. 
M. Abrizky Tilaar 05

M. Abrizky Tilaar

Koordinator

Devisi Sosial dan Budaya

M. Abrizky Tilaar, Alumni Sarjana Pendidikan  di IAIN Ternate, menekuni kajian-kajian budaya lokal (local wisdom), Dan mempunyai experience pendamping masyarakat desa. Pengalaman tersebut.yaitu melakukan pendampingan Masyarakat di beberapa desa di Halmahera Timur dalam Program Penguatan Pemerintah dan Pembangunan Desa dan Desa Inklusif.
Zulfikar 06

Zulfikar

Koordinator

Devisi Ekonomi Politik

Zulfikar, pegiat sosiologi, yang fokus pada kajian sosiologi politik. Sering melakukan pendampingan pada masyarakat desa dan komunitas masyarakat adat (indigenous people) di Wilayah Halmahera.
Mari Berkolaborasi

Tertarik bekerja atau berkolaborasi dengan kami?

Kami menyambut peneliti, relawan, dan mitra lembaga yang berbagi komitmen pada riset dan advokasi berkeadilan.